Thursday, December 31, 2015

Kaleidoskop 2015

Menginjak penghujung tahun ini, saya ingin menggunakan sisa waktu yang ada untuk mengingat dan merenungkan kebaikan Tuhan di sepanjang tahun 2015. Kemarin ini saya sempat baca tulisannya Ona, panggilan akrab Viona Wijaya, seseorang yang saya kenal semasa saya berkuliah dan sangat saya kagumi karena banyak hal sampai saat ini. Judul tulisannya "Kaleidoskop 2015". Tulisan itu menceritakan secara singkat tentang kejadian-kejadian terakbar tahun ini yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupannya Ona. Judul itu akhirnya saya pakai juga untuk judul tulisan saya kali ini karena maksud tulisannya kurang lebih sama, hehehe... *pinjam ya, Na! :p

Ini reviewnya secara kronologis:

1. Menjadi seorang Pengajar Muda

Semester pertama tahun 2015 saya habiskan di Tanimbar, tempat saya bertugas selama saya menjadi seorang Pengajar Muda (angkatan VIII) di Desa Lumasebu, Kecamatan Kormomolin, Kab. MTB. Saya bersyukur sekali atas kesempatan yang Tuhan berikan ini. Detailnya akan saya share di tulisan yang berbeda karena memang ada banyak banget, secara saya berada di sana selama satu tahun penuh. Ah, sedikit menyesal tidak rutin ngeblog selama di sana.

Sinyal memang sama sekali belum ada di desa tempat saya bertugas. Di kota, sebenarnya ada sinyal, cuma agak lemot. Buka Facebook aja loading-loading mulu nggak kebuka-buka. Kalau lagi beruntung aja baru bisa ngenet hehe.. Itu pun biasanya setelah tengah malam :p Untungnya saya masih cukup rajin melakukan self-journaling selama ada di sana jadi masih punya catatan apa-apa aja yang terjadi selama saya bertugas di sana hehe..

Di depan SDK Lumasebu, SD tempat saya bertugas

2. Foni Lanjut Sekolah di Malang

Foni adalah salah seorang anak yang saya ajar di desa ketika bertugas sebagai Pengajar Muda (PM). Anak ini sudah menarik perhatian para Pengajar Muda sebelum saya. Sekadar info, saya adalah pengajar keempat yang bertugas di sana. Jadi sebelum saya, sudah ada 3 orang PM yang bertugas mengajar dan mengenal Foni. Di tahun pertama PM bertugas, yakni tahun 2011, Foni sempat terbang ke Jakarta karena berhasil lolos sebagai delegasi Konferensi Anak Indonesia yang diselenggarakan Majalah Bobo. Dia anak yang sangat cemerlang. Saya pernah menulis tentang dirinya di blog Indonesia Mengajar (IM).

Kala itu saya bermimpi bagaimana caranya agar Foni bisa melanjutkan sekolah di tanah Jawa. Singkat cerita, suatu ketika mendadak saya mendapatkan telepon bahwa ada orang-orang yang tengah menggalang dana untuk menyekolahkan dia di Jawa. Kisahnya bisa dibaca juga di blog IM di sini. Di tulisan kedua ini, cerita saya tentang Foni memang masih menggantung, dan saat ini akan saya ceritakan kelanjutannya secara singkat:

Setelah dua bulan bergelut dengan beragam tantangan yang ada, orang tua Foni bersedia melepas Foni dan dana yang terkumpul sudah lebih dari cukup untuk menyekolahkan Foni hingga satu tahun pertama di bangku SMP. Foni dan saya begitu gembira!! Mimpi itu telah menjadi kenyataan! Foni bisa melanjutkan sekolah di Jawa. Hari itu saya sangat bersyukur sampai meneteskan air mata. Tuhan sangat baik! Tuhan menjawab doa kami. Foni bisa melanjutkan sekolah di Malang, walau memang dia harus mengulang kembali ke kelas VII padahal dia harusnya sudah duduk di kelas IX. Tuhan luar biasa!!! Terima kasih buat setiap orang yang telah berbaik hati berkontribusi menyekolahkan Foni di Malang.

Tanggal 23 Desember kemarin, saya menyempatkan diri menemui Foni ketika dia menghabiskan libur akhir tahun di Jakarta, dan saya sangat gembira mendengar kabar bahwa Foni mendapat peringkat V satu kelasnya!!! Isn't that amazing??? Saya tahu betul kualitas sekolah di desa dan saya sangat bangga dengannya yang berhasil meraih nilai-nilai yang baik selama satu semester bersekolah di salah satu sekolah terbaik di Malang.

Foni mengaku dia mengalami kesulitan dengan mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris. Semester depan, Foni akan dileskan mata pelajaran itu. Semoga itu membantu dia untuk menguasai ketiganya. Mohon doanya agar Foni bisa menangkap setiap pelajaran dengan baik. Saat ini, kami masih menggalang dana bagi keperluan Foni melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di tahun 2018 mendatang. Kemungkinan kami akan menyekolahkannya di Jakarta saja. Kalau ada info dari teman-teman blogger tentang SMA Kristen berasrama yang baik di sekitar Jakarta, tentu kami sangat terbuka dengan info itu. Kalau ada teman-teman blogger yang tergerak untuk mendukung dalam bentuk dana, kami juga sangat menerimanya. Ada proposal yang akan kami kirimkan, dan setiap quarter akan ada laporan finansial maupun perkembangan pendidikan Foni. God is so good! :)

Hari pertama Foni (sebelah kiri saya) menginjakkan kaki
di asrama sekolahnya di Malang
3. Dapat Ijazah S1

Hahaha, ini sih patut dipertanyakan. Nah, panjang nih ceritanya kalau ini. Saya sebenarnya lulus Januari 2013 dan wisuda di bulan Februari 2013. Sebenarnya, selepas lulus, harus revisi dulu lagi berdasarkan masukan dari para penguji, dan jika revisinya telah disetujui (panjang loh prosesnya), baru deh bisa daftar wisuda. Entah kenapa (tapi saya yakin hanya karena kasih karunia Tuhan saja), pas batch saya itu, ketentuan tersebut diubah, jadi saya bisa tetap langsung daftar wisuda walau saya belum revisi. Jadilah saya bisa langsung ikutan wisuda 2 minggu setelah saya lulus! Tuhan betul-betul mendengar dan menjawab doa saya. Kalau nggak, saya wisudanya di bulan Mei hehehe..

Nah, setelah wisuda di awal Februari, saya langsung keterima kerja seminggu setelahnya. Revisi skripsinya jadi terabaikan deh. Di sela-sela bekerja, memang sempat izin untuk urus revisi tapi revisi itu tidak bisa dapat feedback dalam 1-2 hari jadi harus nunggu lagi. Sementara kerjaan kan jalan terus. Saya baru dapat kepastian bahwa revisi saya diterima justru saat saya sudah sampai di Maluku buat Indonesia Mengajar hahahaha.. Ya jadilah progresnya tersendat dan baru bisa saya urus setelah saya balik dari IM :p Finally, ijazah di tangan juga setelah sekian lama... wkwk..

4. Pekerjaan Baru

Ijazah udah di tangan. Sekarang soal pekerjaan baru!

Ketika tugas saya sebagai Pengajar Muda hampir selesai dalam hitungan bulan, saya memikirkan ke mana kira-kira saya akan melamar pekerjaan. Ada beberapa tawaran yang muncul, tetapi saya merasa kurang sreg dengan tawaran-tawaran itu, walaupun memang ada yang menawarkan gaji cukup besar :p Singkat cerita, setelah bergumul ini itu dan menjalani prosesnya, Tuhan menempatkan saya bekerja di sebuah social enterprise yang berkantor pusat di Jakarta dan dipercaya memegang sebuah proyek pemasaran di Bali. Di sini saya belajar sangat banyak tentang bisnis, suatu hal yang benar-benar baru untuk saya. Ada banyak hal yang bisa saya ceritakan dari pekerjaan baru yang tengah saya geluti ini. Nanti mungkin bisa saya tuliskan dalam satu tulisan tersendiri. Tapi, pada intinya saya bersyukur Tuhan memberi saya pekerjaan baru tanpa harus menunggu (alias menganggur) terlalu lama. Waktu itu saya mendoakan agar saya bisa langsung mendapat pekerjaan baru dalam hitungan beda 1 bulan sejak saya purnatugas Indonesia Mengajar. Tuhan menjawab doa saya! Juli saya resmi selesai bertugas, Agustus saya langsung bekerja :)

5. Kembali ke Pelayanan Musik

Saya senang banget bisa kembali melayani Tuhan lewat pelayanan saya sebagai seorang pianis di gereja setelah setahun lebih off karena ikutan GIM. Yah permainan piano saya memang bukan yang wuah banget, tapi saya senang sekali kalau bisa mengiringi jemaat nyanyi memuji Tuhan. Saya bisa melayani sebagai pianis gereja itu aja sebenarnya cuma karena kasih karunia Tuhan (itu juga ada cerita tersendiri hahaha), ya itu tadi karena saya sebenarnya gak jago-jago amat, standar aja :p Saya masih punya keinginan untuk les lagi sih supaya permainan piano saya secara teknis bisa lebih baik dari hari ke hari, cuma belum sempet hehe...

6. Ke Korea (lagi)

Nah ini, saya sama sekali nggak nyangka. Saya itu sama sekali gak punya ekspektasi bisa ke sana lagi dalam tahun ini setelah Tuhan menganugerahi saya kesempatan mengikuti pertukaran pelajar menjadi perwakilan kampus saya ke Korea tahun 2011 lalu. Tapi, memang saya selalu bermimpi untuk bisa kembali ke sana lagi suatu saat :D Suatu ketika, saat pagi hari membuka inbox email kantor, bos saya menulis bahwa saya yang akan berangkat ke Korea bulan November mendatang untuk mewakili kantor mengikuti pameran produk asli Indonesia di Korea! Saya sempat ternganga beberapa waktu. Ini benar kan ya? *sambil ngucek2 mata* Baru beres baca email, tiba-tiba bos saya datang dan bilang "Kamu berangkat ke Korea ya." Berarti ini betulan! Dan "ajaibnya" lagi, saya  berangkat seorang diri! Mampu gak saya ya? Mimpi apa saya bisa ke Korea lagi? Mana saya waktu itu belum genap tiga bulan kerja di situ... Saya sendiri sampai heran. Kalau bukan kasih karunia Tuhan, apa lagi yang bisa buat saya mendapatkan kesempatan itu? Selama seminggu saya menghabiskan waktu di Korea. Dari pagi hingga sore hari, saya menjaga booth di pameran. Orang-orang gereja dan beberapa teman saya dari masa pertukaran pelajar 4 tahun yang lalu juga sempat mendatangi saya di booth dan memberikan semangat! :D God is just so amazing!

Dapet tiket gratisan tur setengah hari ke beberapa cultural site di Korea,
beberapa jam sebelum penerbangan kembali ke Indonesia hehe..

7. Ke Bali (lagi)

Selain ke Korea, Tuhan kasih saya kesempatan untuk ke Bali juga lewat pekerjaan saya di kantor baru ini. Ini adalah ketiga kalinya saya ke Bali.

Seumur-umur, pertama kali ke Bali itu adalah waktu saya berusia 23 tahun hahaha... Waktu itu, saya daftar ikut volunteer di acara UNFPA, namanya Global Youth Forum. Saya ingat banget bulan Desember 2012 acaranya. Saya sempat extend 1-2 hari kayanya sekalian ngerayain ulang tahun di sana sama teman-teman volunteer hihihi.. Nah, hadiah buat saya itu adalah diving di Tanjung Benoa hahaha.. Jadi ceritanya, salah satu teman volunteer itu sudah bayar diving buat 2 orang di sana dengan harga 100 ribu aja, tapi ternyata temannya tiba-tiba nge-cancel, dan dia ajak saya karena tahu saya ulang tahun. Yaudah, saya mau-mau aja secara saya belum pernah diving! Hahaha.. Deg-degan juga sih, tapi pastinya excited! Kayak apa ya rasanya? :p Ternyata seru banget, ketemu ikan-ikan semacam Nemo hahaha, walau awalnya saya bertingkah konyol, kayak merasa nggak bisa nafas, karena kan selama diving, nafasnya pakai mulut terus-terusan, sementara saya nggak pernah tuh terus-terusan nafas pakai mulut selama ada di atas tanah hahahaha... Saya senang banget diving itu, walau memang jujur airnya gak se-clear yang saya bayangin karena kita datang pas timingnya kurang pas. Tapi, again saya bersyukur buat itu.

Setahun berikutnya, di 2013, Tuhan kasih saya kesempatan ke Bali lagi waktu saya bekerja karena memang ada meeting yang dilangsungkan di sana. Kalau ini, ya memang nggak kemana-mana, cuma saya bersyukur sempat berkunjung ke kompleks rumah ibadah di Nusa Dua, yang satu deret isinya ada mesjid, pura, vihara, gereja Protestan, dan gereja Katolik :) Pas hari Minggunya, nyempetin gereja di sana juga. Dulu pas yang tahun 2012, nggak sempat sama sekali buat ke gereja karena jadwal volunteeringnya padat, padahal dulu juga staynya di dekat Nusa Dua hehe...

Nah tahun ini, lewat pekerjaan yang Tuhan percayakan, saya kembali ke Bali lagi di bulan Desember! Kali ini, saya sendirian dan saya harus ketemu dengan klien kantor saya yang letaknya ada di berbagai tempat, jadi saya harus keliling. Saya lalu nyewa mobil dan nyetir sendirian berkeliling Bali, senang sekali! Rasanya seperti berpetualang hahaha... Itu semua bisa berhasil karena Tuhan, ....... dan juga karena Waze! Hahaha... :p Saya bersyukur saya bisa main-main ke daerah Ubud juga walau di sana emang juga gak sempat ngapa-ngapain selain ketemu klien, tapi saya sih udah senang banget :p

8. Ke Australia

Visiting Australia has been my dream since few years ago! Puji Tuhan, Tuhan kasih kesempatan saya ke beberapa negara lewat beberapa event selama beberapa tahun terakhir. Nah, negara-negara itu letaknya ada yang di Benua Amerika, Benua Asia, Benua Eropa. Berarti kan sisanya Benua Australia dan Benua Afrika. Hehehe.. Pertengahan Desember tahun ini, Tuhan kasih kesempatan bagiku ke sana, padahal saya sama sekali nggak pernah bayangin bahwa saya akan ke sana akhir tahun 2015 kemarin dan spent my birthday there with lovely people! :)

Cerita lengkap soal ini mungkin akan saya share di lain kesempatan ya jika memang waktunya sudah pas hehehe.. Soalnya ada cerita tersendiri kenapa pada akhirnya saya bisa berangkat ke sana hihihi.. Sekarang berarti tinggal Benua Afrika nih yang belum kukunjungi *NEXT TARGET* :p

First birthday ever on a cruise in Oz!

9. Bertemu Keluarga Besar

Akhirnya setelah kira-kira 2 tahun tidak bertemu dengan keluarga besar yang ada di Salatiga, saya bisa berjumpa dengan mereka kembali! Senang sekali rasanya! Ketemu ponakan dari sepupu-sepupu yang sudah pada gede-gede, lucu-lucu, dan aktif-aktif! Di keluarga besar saya yang dari pihak mama, cuma ada dua orang cucu perempuan, saya dan Mbak Isma, yang usianya terpaut 9 tahun lebih tua dari saya. Mbak Isma sudah menikah sejak bertahun-tahun lalu, dan saat ini sudah punya dua orang anak. Otomatis, saya jadi satu-satunya tante yang jadi sasaran mereka buat diajak main-main hahaha.. Senang deh rasanya! Ya memang mereka awalnya gak langsung kenal saya karena saya sempat menghilang dari dunia persilatan (heh?) jadi saya harus kenalan dengan mereka lagi dari awal hehehe... Tapi, butuh waktu yang nggak lama, soalnya tante mereka yang satu ini sangat SKSD :p Senang rasanya bisa berkumpul bersama keluarga besar dan merayakan Natal bersama. I'm really really grateful for that!

***

Masih ada banyak kebaikan Tuhan yang Ia izinkan saya alami selama tahun ini, cuma gak akan muat tentunya dalam satu tulisan ini. Ini hanya sebagian kecil dari itu semua, wong tiap poinnya aja sebenarnya bisa beranak pinak kalau diceritakan lebih mendalam satu per satu hehehe..

Intinya, saya bersyukur sekali buat tahun 2015 ini dan saya masih menantikan keajaiban Tuhan di tahun mendatang! Merekam semua peristiwa ini membantuku mengingat kasih setia Tuhan, berkat-berkat Tuhan yang selalu baru tiap pagi, tiap hari!

Kiranya kasih karunia Tuhan memampukan kita menjalani tahun yang baru dengan penuh pengharapan bahwa Tuhan yang sama yang akan menyertai kita. Amin!

Selamat menutup tahun 2015! Selamat melangkah memasuki tahun 2016!

Wednesday, December 30, 2015

Review of 2013-2015! :)

Halo! :D

Rasanya agak canggung sudah lama gak nulis di blog ini, hahaha.. Jujur, untuk paragraf pertama tulisan ini saja, saya ketik-hapus-ketik-hapus berkali-kali.. Bingung mau mulai dari mana saking terlalu banyak yang sebenarnya bisa di-update! Terakhir saya nulis di blog ini tuh tahun 2013, dan waktu itu saya bilang saya bakal mulai rajin nulis lagi, tapi ternyata saya semacam PHP saudara-saudara! :p

Tidak sedikit teman yang sebenarnya ingin saya menulis lagi dan berbagi tentang perjalanan hidup saya bersama Bapa di blog, ya karena memang salah satu cara untuk saling mengupdate berita masing-masing ya lewat tulisan, yang bisa dilakukan kapan saja dan juga bisa dibaca kapan saja (dibandingkan dengan ketemuan ataupun telponan harus pas waktunya). Cuma, entah gimana ceritanya saya skip terus buat nulis dan akhirnya kebablasan sampai sekarang hehehe. Ah, memang menulis itu sebenarnya bukan perkara sepele, dan harus disiplin! Hehehe.. Hayuk ah, disiplin lagi!

Sedikit flashback (walau kalau dibaca sampai bawah, tulisannya panjang jadi harusnya bukan "sedikit flashback" hehehe...), setelah saya lulus kuliah, Tuhan memberi kesempatan saya bekerja di sebuah perusahaan konsultan selama kurun waktu tepat seperti yang saya doakan: hanya satu tahun, karena saya ingin melakukan hal yang lain.

Sebenarnya sejak semasa kuliah, saya ingin sekali bergabung dalam sebuah gerakan mengajar ke daerah, namanya Gerakan Indonesia Mengajar (GIM). Saya tahu tentang gerakan ini sejak tahun 2011 dan waktu tahu profil gerakannya, saya pengen banget langsung ikutan. Sayangnya, gerakan ini mengharuskan setiap pendaftar untuk lulus terlebih dahulu jadi saya nggak bisa langsung daftar waktu itu. Skripsi aja belum kelar hahaha...

Sunday, September 22, 2013

Unhealthy Blogging

oleh: Leslie Ludy

Ketika masih berusia tujuh tahun, saya membuat diary sendiri dengan menggunakan kertas kado, karton, pembolong kertas, dan tali. Saya pikir, itu seperti kegiatan KTK (Kerajinan Tangan dan Kesenian) kamp musim panas. Saya begitu bersemangat dengan mahakarya saya ini dan sudah tidak sabar untuk mulai menulis di dalamnya. Beberapa hari kemudian, saya menuliskan cerita pertama saya, yang sebenarnya banyak melanggar kaidah-kaidah ejaan (dalam Bahasa Inggris - penerjemah), "Today I got to go to the zoo. We fed the jirafs and a cloun painted my fase. Then we came home and ate makirony and cheez. It was the best day of my lif.

Di tahun-tahun berikutnya, saya terus menuliskan banyak kisah seru dan menarik di buku diary saya yang berharga itu - rincian tentang pesta ulang tahun saya yang penuh nuansa pink dan ungu, "peternakan cacing hidup" milik saya yang baru saja dibangun di halaman belakang, dan misi saya untuk menjadi juara roller skater ketika nanti saya menginjakkan usia sepuluh tahun. (Sayangnya, ambisi setinggi langit ini tidak pernah tercapai.)

Tidak lama setelah itu, saya menamatkan diary buatan saya sendiri itu dan pindah ke diary yang sesungguhnya - lengkap dengan kunci dan gembok yang istimewa - yang saya simpan di sebuah lokasi tersembunyi di bawah ujung tempat tidur. Seiring dengan bertambahnya usia, saya mulai menuliskan hal-hal yang lebih serius - perasaan, harapan, pergumulan, dan mimpi-mimpi saya. Ketika saya berusia sebelas tahun, saya sudah memiliki setidaknya lima diary berbeda, yang semuanya penuh dengan bermacam-macam hasil perenungan Leslie kecil, dan bersifat begitu pribadi. Saya tidak akan membiarkan seorangpun mendekati diary-diary saya ini. Aturan ini juga saya berlakukan secara ketat bagi kedua adik laki-laki saya, yang terus menerus menjadi ancaman bagi "kode etik diary" saya. Keterangan seperti "Keep Out!" dan "Private - Do Not Read!" terpampang pada kover setiap diary yang saya simpan, bersama dengan gambar-gambar wajah masam yang menakutkan untuk menghalau para pengacau cilik yang mungkin tidak sengaja menemukannya.

Wednesday, September 18, 2013

Simply Grateful :)

Hai hai... Akhirnyaaaaa, saya bisa nulis lagi setelah kemunculan pertama saya di bulan September kemaren, hihihi...

Yang lagi mau saya ceritakan ini mungkin sederhana, tapi saya mau menuliskannya untuk membiasakan diri bersyukur atas hal-hal kecil sekalipun.. *ceileh... :p

Ceritanya begini...

Kemarin ini, saya mendadak dapet kabar harus ikut rapat dengan pihak klien yang dijadwalin baru akan beres jam 10 malem. Larut banget yah? Hehehe.. Ya, sebenarnya ga terlalu masalah sih kalau soal kendaraan pulang, karena biasanya bakal dapet voucher taksi kalau pekerjaan mengharuskan saya pulang di atas pukul 20.00 WIB. Cuma, ada empat hal yang sejujurnya membuat saya rada berat di hati hehehe...

Pertama, kerjaan saya hari itu sebenarnya udah kelar dari jam 5 sore, dan si rapat ini baru akan mulai pukul 19.30 WIB. Pikir saya, baiknya ngapain yah selama 2,5 jam itu?? Soalnya, selama itu juga saya harus terus menerus stand by kan hehehe...

Kedua, belakangan ini jam pulang saya dari kantor udah mulai agak "normal". Jadi, karena sekarang tiba-tiba harus pulang agak larut lagi, rasanya saya agak sedikit keberatan hahahaha... *dasar males

Wednesday, September 4, 2013

World, I'm Back! (^o^)/

Hai hai hai!!! Long time no see... Hihihi...

Sebenarnya agak bingung juga sih mau nulis dari mana blognya, karena saya memang sudah terlampau lama ga nulis di sini.. Hampir delapan bulan lho kalau dihitung-hitung hehe.. Padahal ada banyaaaak sekali kisah yang bisa di-share, terutama soal kehidupan pascalulus..

Sudah lama banyak yang bertanya, kenapa belum ngeblog lagi.. Sebenarnya mau sih, mau banget malah, hehe, tapi kalau diperbolehkan memberi alasan, ada beberapa alasan sih.. (alasan atau pembenaran nih? hahaha..)

Sunday, January 13, 2013

I Thank You for My Family!

Hari ini adalah H-1 saya sidang. Pas H-2, saya belum ada blazer dan rok bahan buat setelan sidang. Waktu dua minggu yang lalu, saya tadinya ngerencanain pulang minggu ini buat ngambil baju sama blazer itu karena ngirain sidangnya masih tanggal 20-an. Eh, ternyata tanggal sidangnya dimajuin kan, jadi ga sempet pulang deh, he-he-he... Kemeja juga sebenarnya ada banyak sih di kosan, cuma yang rasa-rasanya pantes buat dipake maju sidang dan pas dipadanin sama blazer cuma satu. Untungnya ada celana bahan di sini, soalnya itu celana favorit saya :p

Mengetahui kondisi ini, kemarin orang tua saya nelpon dan bilang kalo hari ini mereka mau maketin blazer sama roknya plus sepatu yang sehari nyampe. Tapi, saya bilang ga usah. Pasti bakal mahal bangetlah itu! Sayang duitnya. Saya mau pake yang ada aja. Lagipula, saya juga udah sempet nanyain temen saya untuk bersedia minjemin blazernya (ga modal banget ya mau sidang ha-ha-ha...) Thanks God temen saya itu bersedia dan tadi pagi saya udah ketemu dia buat ambil blazernya sekalian gereja bareng. So, everything's settled!

Saturday, January 12, 2013

Please Kindly Wait for the Whole Story :) - Part 2

Ingat tulisan saya yang ini: "Please Kindly Wait for the Whole Story :)"? Nah, sekarang saya udah bisa lanjut cerita lagi soalnya semuanya udah fix! Tapi, kok part 2? Iya, sekarang saya cuma bisa lanjutin ceritanya sedikit dulu aja, versi komplitnya ditunggu aja kelar saya *i*a**. (apa tuh bintang-bintangnya? tenaaang, nanti juga tau sebentar lagi he-he-he...) Walaupun saya ceritanya sedikit, ini justru klimaksnya loh! :p

So, emangnya apa sih berita yang bikin saya heboh kemarin itu?
Jadi, begini ceritanya...


God Does Care!

Gara-gara nama blog ini, saya jadi teringat sempat mampir ke blognya Ci Glory Ekasari dan nemuin satu tulisan tentang burung. Waktu itu, Ci Glory lagi bahas tentang Angry Birds, he-he-he... Saya sempet ngirain kalo para tokoh burung di game Angry Birds itu ya berasal dari imajinasi si pembuat game Angry Birds itu sendiri. Eh, ternyata faktanya adalah: penggambaran burung-burung itu terinspirasi dari burung-burung yang emang ada di dunia nyata alias real birds, which were wonderfully created by God! Ini nih, gambar mereka yang asli:


Keren banget yaaa! They are soooo adorable! Saya beneran ga nyangka sama sekali kalo burung-burung itu aslinya emang ada, apalagi yang warna ijo dan biru he-he-he... Saya ga tau sih apa teman-teman sebenernya udah pada tau tentang ini sejak lama dan sayanya aja yang ketinggalan zaman, tapi gapapalah ya ha-ha-ha... Btw, jangan-jangan si Birdie burung kuning yang ada di bagian judul blog ini juga terinspirasi dari burung kuning Angry Birds yang asli itu? Abisnya mirip sih! Ha-ha-ha... 

Friday, January 11, 2013

Surat Cinta dariNya :)

Kepada (isi namamu sendiri) yang terkasih,

Aku mencintaimu (Yoh 15:9), Aku memanggil kamu dengan namamu (Yes 43:1). Kamu ini milik-Ku. Sebelum Aku membentuk kamu, Aku telah mengenalmu. Sebelum kamu lahir, Aku telah menguduskanmu (Yer 1:5). Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilihmu (Yoh 15:16).

Aku mencintaimu, karena kamu berharga di hadapan-Ku (Yes 43:4). Aku mencintaimu dengan cinta yang abadi, sehingga Aku tetap setia kepadamu (Yer 31:3). Bagaimana Aku dapat mengabaikan kamu? Ketika cinta-Ku padamu sangat dalam (Hos 11:8). Bahkan ketika seorang ibu melupakan bayi yang telah dikandungnya dan tidak lagi mencintai anaknya sendiri, Aku tidak akan pernah melupakan kamu. Lihatlah, Aku telah membentuk kamu di telapak tangan-Ku (Yes 49:15-16) dan Akulah Tuhan Allahmu yang memegang kamu di tangan kanan-Ku (Yes 41:13).

Janganlah kamu takut, sebab Aku telah menyelamatkan kamu (Yes 43:1), dan Aku senantiasa menyertaimu (Yes 43:5). Percayalah, Aku akan selalu bersamamu, sampai pada akhir zaman (Mat 28:20). Janganlah kamu gelisah, percayalah pada-Ku (Yoh 14:1), Aku akan menolong kamu (Yes 43:2). Jika kamu menyeberangi sungai yang dalam, Aku akan ada bersamamu. Kesusahan tak'kan mengoyakmu, penderitaan tak'kan menyakitimu (Yes 43:2). Sebab itu, janganlah kamu kuatir (Luk 12:9), setiap helai rambutmu telah dihitung. Janganlah kamu takut pada apapun (Mat 10:30), walaupun gunung runtuh dan bukit-bukit bergetar, cinta-Ku yang abadi tak'kan lenyap (Yoh 14:10).

Marilah cinta-Ku (Kid 2:10). Marilah, Aku menuntun kamu menuju kesunyian, dan dari dalam kesunyian, Aku akan bicara kepadamu, dengan kelembutan. Aku akan bicara ke dalam hatimu. Aku akan setia dan membuktikan cinta-Ku yang abadi padamu. Aku akan menjadikanmu milik-Ku selamanya. Aku akan memenuhi janji-Ku padamu dan kamu akan mengenal Aku (Hos 1:14, 19-20).

Aku adalah Aku, Aku adalah Allahmu (Hos 13:4)
______Tuhan Allahmu yang setia (Hos 12:1)

Thursday, January 10, 2013

Online Bible Study: You're Invited

Hai teman-teman! I have a special offer, nih! Jadi, waktu kemarin-kemarin lagi blogwalking, aku menemukan blog INI, milik Ci Fiona. Nah, ternyata di salah satu tulisannya, Ci Fiona bilang kalau dia sedang mencari Christian women who eager to know and learn more about Him untuk dijadikan satu kelompok online Bible study. Wah, pucuk dicinta ulam tiba! Hi-hi-hi... Tahun lalu, aku missed kelas online Bible study-nya Ci Shinta. Hiks... Setelah baca-baca deskripsi kelasnya, aku memutuskan untuk ikutan karena dari segi waktu pas banget terus temanya juga lagi aku butuhkan banget untuk dipelajari, he-he-he... Yang ngadain kelas ini namanya Good Morning Girls. Berikut ini sekilas informasi yang diberikan Ci Fiona tentang kelasnya:

photo credit: http://www.goodmorninggirls.org

Time
Enrollment: 1-14 Januari 2013
Session dates: 14 Januari-8 Maret 2013

Participants
Setiap wanita dapat bergabung: single, menikah dengan/tanpa anak, mahasiswi, karyawati, ... , setiap wanita yang memiliki kerinduan dan kehausan untuk berjalan lebih dekat dengan Tuhan Yesus.

Why?
The The main goal is to be accountable to each other and to help each other maintain the discipline of reading God’s word daily as we apply what we are reading to our lives.

Commitment
Jika memutuskan untuk bergabung, maka penting bagi kita untuk memiliki komitmen hingga akhir (14 Jan-8 Mar 2013). Meskipun hanya sekali atau dua kali dalam seminggu, komitmen kita sangat dibutuhkan; other girls WANT to hear from us.

What They Will Provide: (FREE)
  • SOAP Bible reading plan (we also call it a bookmark because we print it off and leave it in our Bibles to mark where we are reading)
  • Living Like Jesus: Luke 1-8 eBook for you to journal and record your S.O.A.P. quiet times
  • weekly videos that provide further understanding and personal application
  • weekly blog posts on Mondays, Wednesday and Fridays to help you dig into the scripture of the week and gain better insight and application.
  • challenges aimed at helping you put God’s Word into action in your life.

Informasi lebih lanjut tentang kelas ini bisa dilihat di SINI ya teman-teman. Nah, buat yang mau ikutan, ayo segera bilang ke Ci Fiona by giving your comment on her post HERE. Ci Fiona minta paling lambat daftar ke dianya hari Jumat, 11 Januari 2013, alias besok! Hope to have you in the group! (^o^)/


Saturday, January 5, 2013

Please Kindly Wait for the Whole Story :)

Hari ini saya mendapat sms mengejutkan! Reaksi saya bingung campur senang. Saya kegirangan tapi sekaligus penuh dengan kecemasan. Teman saya yang sedang makan bersama kala saya mendapat sms itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah saya yang mendadak jadi seribu kali lebih hiperaktif dari biasanya. Jujur, saya tidak tahu harus berkata apa. Ini benar-benar di luar dugaan saya karena saya sudah memasrahkan semuanya. Saya benar-benar sudah merelakan semuanya! Saya tidak protes apa-apa sama Tuhan atas kejadian kemarin itu. Bahkan, atas semua hal yang sempat membuat saya (membiarkan diri) down beberapa kali belakangan ini, saya memilih untuk tidak lagi menggerutu.

Dulu, saya pasti dengan gampangnya ngedumel dan nyalah-nyalahin Tuhan. Berpikir cepat dengan otak saya yang terbatas dan mengatakan saya tidak mengerti maunya Tuhan. Belakangan, saya ambil komitmen untuk selalu mengucap syukur, sekalipun keadaan tidak seenak yang saya harapkan, dan blog ini saya jadikan sebagai salah satu sarana latihan saya untuk itu. Saya memutuskan untuk berserah sekalipun saya memang belum mengerti maunya Tuhan. Saya memutuskan untuk percaya rencana Tuhan rencana yang terbaik. I choose to live not by sight, but by faith. Uniknya, justru di saat saya berserah, pasrah, dan seolah-olah berada di titik nol, Tuhan justru memberi kejutan! Sesuatu yang rasanya bagi saya sudah tidak mungkin bisa terjadi!

Nantikan cerita versi lengkapnya ya, hi-hi-hi... (*gaya banget) Mohon doanya juga ya, bagi teman-teman yang membaca blog ini, supaya saya diberikan hikmat dan kekuatan dalam menjalani hari-hari ke depan. Rencana Tuhan emang selalu bikin anak-anakNya semakin kagum dan percaya sama Dia! :)

God is Good All the Time! :)

Wednesday, December 26, 2012

Terima Kasih atas Hujan Deras!

Dari dulu, saya selalu benci pada hujan deras, apalagi hujan yang disertai angin seperti yang belakangan ini melanda kota Bandung dan sekitarnya. Tapi, hari ini Tuhan telah membuat saya bersyukur padaNya atas hujan deras.

---

Siang hari ini, saya berjanji menemui salah seorang dosen pembimbing saya untuk menyerahkan draf akhir skripsi. Draf itu saya bungkus dalam amplop besar berwarna cokelat, amplop yang biasa digunakan untuk mengirim berkas-berkas lamaran pekerjaan, he-he-he...

Waktu saya tiba, hujan belum turun walau langit agak mendung. Saya buru-buru menyerahkan draf saya kepada beliau, sebut saja Ibu A. Ibu A bilang minggu depan saja saya datang lagi untuk bimbingan berikutnya. Saya mengiyakan walau dalam hati sebenarnya saya keberatan. Kalau minggu depan baru bimbingan, berarti setelah minggu depan saya baru bisa dapat tanda tangan beliau tanda skripsi saya telah disetujui. Padahal, jadwal terakhir untuk daftar sidang jika ingin wisuda bulan Februari adalah hari Jumat ini, alias 2 hari lagi. Ini sangat meleset dari agenda saya. Sepertinya pupus sudah rencana wisuda bulan Februari. Ya, tapi mau bagaimana lagi. Ibu A tentu perlu waktu untuk membaca draf akhir skripsi saya. Saya cuma bisa (baca: memilih) berserah pada Tuhan. Saya percaya rencanaNya yang terindah. Ya, saya percaya padaMu, Bapa.

Natal: Bersyukur

Natal kali ini benar-benar menyentuh hati saya tentang mengucap syukur! Natal pada dasarnya adalah momen untuk memperingati wujud kasih nyata Allah bagi dunia, bagi umat manusia, bagi kita semua. 1 Yohanes 3:16 menegaskannya. Ya, begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal! Sudah sangat sering saya mengucapkan ayat ini, tetapi rasa-rasanya saya belum cukup sering untuk benar-benar mengingat kasih Allah, apalagi mengucap syukur atasnya. Rasa-rasanya, lebih sering dan lebih mudah bagi saya untuk menyalahkan Allah ketika kondisi yang saya hadapi terasa sangat sulit. Hal terbodoh yang pernah saya lakukan adalah marah kepada Allah baru-baru ini! Padahal, siapa saya? :(

Ampuni aku, ya Bapa.
Ampuni aku, anakMu yang jauh dari sempurna ini.
Ampuni aku, ya Allah.

Natal yang saya rayakan tahun ini memang sangat sederhana. Seorang teman meresponnya dengan berkata, "Sederhana itu kaya." Ya, dia benar. Saya justru punya lebih banyak waktu luang untuk berefleksi. Saya menyadari betapa Tuhan begitu baik! Tuhan amat sangat baik! :,) Selama ini, tak henti-hentinya Ia melimpahi saya dengan kasihNya! Ia telah lahir bagi dunia, termasuk bagi saya! Ia telah dan akan selalu mempertahankan saya, walau sering saya tidak mempertahankanNya. Bodohnya, saya lupa akan itu semua karena terbenam dalam masalah-masalah yang saya hadapi. Syukurnya, Natal kali ini kembali telah mengingatkan saya untuk mengingat kasih Allah.

Hanya dengan kekuatan yang berasal dari kasihMu, ya Bapa, aku mampu bersyukur atas semua masalah yang kuhadapi, atas semua pencobaan yang kulewati, atas semua hambatan yang kutemui!
Aku bersyukur padaMu, ya Allah!

Dalam hidup, memang ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Namun, ada banyak sekali hal yang dapat kita ubah. Salah satunya adalah fokus kita. Ketika kita berfokus pada masalah-masalah yang kita alami dalam kehidupan, kita akan menganggap kehidupan ini sebagai masalah. Namun, ketika kita berfokus pada berkat-berkat yang kita terima dalam kehidupan, kita akan menganggap kehidupan ini sebagai berkat. Saya sempat (memilih) berfokus pada masalah, dan (memilih) berkata dalam kesesakan saya, "Tuhan, saya punya masalah yang BESAR!". Namun, Natal kali ini menyadarkan saya untuk menggeser fokus saya pada berkat-berkat Tuhan, dan akhirnya saya dengan yakin dan tegas memilih berkata dalam kesesakan saya, "Hai masalah, saya punya Tuhan yang BESAR!"

Terima kasih, ya Bapa, untuk kasihMu yang besar!
Terima kasih, ya Bapa, telah terus mengasihiku!
Terima kasih, ya Bapa, telah terus menopangku!



Antara Anggapan dan Kenyataan

Awalnya, saya menganggap saya tidak akan bisa menikmati Natal tahun ini. Sepertinya, semua orang dapat 'sibuk' mempersiapkan diri menyambut Natal, kecuali saya. Apa daya? Saya memang sedang berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan sidang akhir! Banyak berkas yang harus disiapkan! Belum lagi, revisi di mana-mana!

Awalnya, saya pikir saya juga tidak akan bisa pulang ke kampung halaman kedua orang tua saya (lagi). Sudah tiga tahun lebih kira-kira saya tidak 'pulang' dan berkumpul dengan keluarga besar, termasuk untuk merayakan Natal. Tadinya, saya sudah merelakan tiga anggota keluarga inti saya yang lain untuk pulang kampung, tanpa saya. Ya, tanpa saya. Saya pikir saya harus tinggal di Jatinangor sampai awal tahun baru nanti demi mengejar jadwal sidang akhir.

Tapi, semua itu hanya awalnya.

Ternyata, saya bisa menikmati Natal! Memang, bukan melalui perayaan besar dan megah seperti yang saya sempat hadiri di Natal-Natal sebelumnya. Tapi, Natal sungguh tetap hadir dan menyentuh saya, jauh lebih lembut, di tengah-tengah kesederhanaan, di tengah-tengah keluarga, di tengah-tengah jemaat bakal gereja kami. Tapi, di situ justru damai dan khidmatnya Natal jauh lebih terasa.

Ternyata, saya juga tetap bisa pulang kampung, walau bukan untuk merayakan Natal di hari Natal, tetapi untuk merasakan hangatnya kebersamaan dan berbagi sukacita dalam damainya suasana Natal. Ya, saya akan menyusul mereka walau hanya sebentar. Bersama-sama kami akan mensyukuri tahun 2012 yang akan segera lewat, yang telah Tuhan anugerahkan. Bersama-sama juga kami akan menyongsong tahun 2013 yang akan datang, yang juga adalah anugerah Tuhan.

Terima kasih, ya Allah!
Engkau sungguh baik!

Tuesday, December 25, 2012

Terima Kasih!

Terima kasih, ya Allah.
Terima kasih.
Terima kasih.
Atas Putra tunggalMu, terima kasih.

Terima kasih, ya Allah.

Terima kasih.
Terima kasih.
Atas Putra tunggalMu, terima kasih.

Kalatea, di penghujung 25 Desember 2012

Friday, November 30, 2012

Lebih dari Burung Pipit

Kalau teman-teman perhatikan, alamat blog baru saya ini adalah lebihdariburungpipit.blogspot.com. Tadinya, ada beberapa kandidat yang menarik hati saya. Tapi, setelah berpikir cukup lama, saya memutuskan menggunakan nama ini. Sempat juga ingin menggunakan versi Bahasa Inggris. Namanya nanti jadi morethansparrow.blogspot.com. Eh, ternyata sudah ada blog dengan alamat itu! Ha-ha-ha... Coba diklik langsung saja di alamat blog tadi, nanti langsung muncul ke blog yang saya maksud. Blognya bagus deh, baik dari segi tampilan ataupun isi! Banyak followers-nya juga dan banyak yang put their comments! I think because they found this blog was so encouraging! Sayangnya, kurang di-update, sama dengan perlakuan saya terhadap blog yang lama, he-he-he...

Kembali lagi ke soal nama, kalaupun si blog yang berjudul "More than Sparrows" itu tidak ada, rasanya saya akan tetap memilih versi Bahasa Indonesia karena terdengar lebih unik, hi-hi-hi... Walaupun berbeda bahasanya, konsep yang saya usung untuk blog ini tidak jauh berbeda dengan konsep mereka sewaktu membuat blog itu: sama-sama ingin merekam jejak karya kasih Allah yang tercurah dalam kehidupan ini dan mengucap syukur atasnya. Ayat yang mendasari blog saya dan blog mereka juga sama: Lukas 12:6-7, bunyinya:
"Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."

Ayat ini sepertinya sederhana, mungkin karena aktornya burung pipit, yang harganya lima ekor dua duit? He-he-he... Tapi, justru karena aktornya burung pipit yang harganya murah itulah, ayat ini terasa sangat menohok bagi orang-orang yang (memilih) merasa Allah kurang cukup mengasihi mereka, setidaknya seperti saya. -_-"

Ya, saya pernah, bahkan sering, merasa Allah kurang mengasihi saya karena segudang alasan yang saya (cari-cari dan saya rasa saya) temukan. Padahal, Allah mengasihi saya jauh melampaui pikiran saya yang sempit ini. Pikiran saya terlalu berfokus pada masalah-masalah, dan bukan pada berkat-berkat. Nah, nama blog ini bertujuan untuk mengingatkan saya selalu akan kasih Allah yang besar, yang terwujudnyatakan melalui hal-hal yang bahkan terlihat kecil sekalipun, dan untuk selalu mengucap syukur atasnya :)

Saya sering mendengar, dan bahkan mengalami, bahwa mengucap syukur atas berkat itu mudah, tapi tetap mengucap syukur ketika sedang ditimpa masalah, itu soal lain. Bagi kebanyakan orang, termasuk saya, mengeluh dan menyalahkan kondisi jauh lebih mudah ketimbang mengucap syukur. Padahal, 1 Tesalonika 5:18 bilang:
"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

Oleh karena itu, saya sangat berharap blog ini dapat menjadi sarana latihan saya untuk semakin menjadi pribadi yang penuh dengan ucapan syukur, apapun kondisinya!

Sedikit banyak, blog ini juga terinspirasi oleh blog Thanksgiving Thursday, yang muncul atas inisiasi Ci Shinta dan suaminya, Hans.

Omong-omong, saya jadi ingat lagu berikut, he-he-he...

KJ 439 - Bila Topan K'ras Melanda Hidupmu

1. Bila topan k'ras melanda hidupmu,
bila putus asa dan letih lesu,
berkat Tuhan satu-satu hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasihNya.

Reff: Berkat Tuhan, mari hitunglah,
kau 'kan kagum oleh kasihNya!
Berkat Tuhan, mari hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasihNya!

2. Adakah beban membuat kau penat,
salib yang kau pikul menekan berat?
Hitunglah berkatNya, pasti kau lega
dan bernyanyi t'rus penuh bahagia!

3. Bila kau memandang harta orang lain,
ingat janji Kristus yang lebih permai;
hitunglah berkat yang tidak terbeli,
milikmu di sorga tiada terperi!

4. Dalam pergumulanmu di dunia,
janganlah kuatir, Tuhan adalah!
Hitunglah berkat sepanjang hidupmu,
yakinlah, malaikat menyertaimu!

Lagu ini sering saya nyanyikan, tetapi karena terlalu sering berfokus pada melodi, saya jadi mengabaikan indahnya syair lagu ini! Semoga memberkati! :)

Lebih dari burung pipit, Tuhan Yesus mengasihi kita semua! (^o^)v

Thursday, November 29, 2012

Selamat Datang!

Akhirnya, keinginan saya untuk memiliki blog baru tercapai juga! :) Butuh waktu lama memang untuk mempersiapkannya, terutama dalam mencari tampilan yang pas dengan konsep blog yang ingin saya buat. Blog ini khusus dibuat untuk mencatat pengalaman-pengalaman saya bersama Bapa. :)

Walaupun belakangan mulai sering menyinggung tentang kekristenan, saya menilai blog saya yang sebelumnya kurang spesifik. Sedari awal, visi blog yang sebelumnya memang hanya untuk (sebisa mungkin) menginspirasi, terlepas dari apapun tema tulisannya. Ya, setidaknya menginspirasi saya, hehe. Jadi, saya kemudian berpikir akan lebih pas rasanya jika membuat blog tersendiri yang khusus berbicara tentang perjalanan hidup sebagai pengikut Kristus, sama seperti blog-blog rohani lainnya yang selama ini telah menginspirasi saya (bisa dilihat di bagian 'I Follow'), yang sedari awal memang memiliki visi yang jelas tentang kekristenan.

Anyway, awalnya blog ini mau diluncurkan tepat di hari ulang tahun saya beberapa hari lagi, sama seperti blog yang lama. Namun, setelah dipikir-pikir, tidak ada salahnya dimunculkan sekarang, hehe. Semoga nantinya dapat menginspirasi teman-teman semua yang membacanya ya! Tuhan memberkati :)