Wednesday, December 26, 2012

Terima Kasih atas Hujan Deras!

Dari dulu, saya selalu benci pada hujan deras, apalagi hujan yang disertai angin seperti yang belakangan ini melanda kota Bandung dan sekitarnya. Tapi, hari ini Tuhan telah membuat saya bersyukur padaNya atas hujan deras.

---

Siang hari ini, saya berjanji menemui salah seorang dosen pembimbing saya untuk menyerahkan draf akhir skripsi. Draf itu saya bungkus dalam amplop besar berwarna cokelat, amplop yang biasa digunakan untuk mengirim berkas-berkas lamaran pekerjaan, he-he-he...

Waktu saya tiba, hujan belum turun walau langit agak mendung. Saya buru-buru menyerahkan draf saya kepada beliau, sebut saja Ibu A. Ibu A bilang minggu depan saja saya datang lagi untuk bimbingan berikutnya. Saya mengiyakan walau dalam hati sebenarnya saya keberatan. Kalau minggu depan baru bimbingan, berarti setelah minggu depan saya baru bisa dapat tanda tangan beliau tanda skripsi saya telah disetujui. Padahal, jadwal terakhir untuk daftar sidang jika ingin wisuda bulan Februari adalah hari Jumat ini, alias 2 hari lagi. Ini sangat meleset dari agenda saya. Sepertinya pupus sudah rencana wisuda bulan Februari. Ya, tapi mau bagaimana lagi. Ibu A tentu perlu waktu untuk membaca draf akhir skripsi saya. Saya cuma bisa (baca: memilih) berserah pada Tuhan. Saya percaya rencanaNya yang terindah. Ya, saya percaya padaMu, Bapa.

Natal: Bersyukur

Natal kali ini benar-benar menyentuh hati saya tentang mengucap syukur! Natal pada dasarnya adalah momen untuk memperingati wujud kasih nyata Allah bagi dunia, bagi umat manusia, bagi kita semua. 1 Yohanes 3:16 menegaskannya. Ya, begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal! Sudah sangat sering saya mengucapkan ayat ini, tetapi rasa-rasanya saya belum cukup sering untuk benar-benar mengingat kasih Allah, apalagi mengucap syukur atasnya. Rasa-rasanya, lebih sering dan lebih mudah bagi saya untuk menyalahkan Allah ketika kondisi yang saya hadapi terasa sangat sulit. Hal terbodoh yang pernah saya lakukan adalah marah kepada Allah baru-baru ini! Padahal, siapa saya? :(

Ampuni aku, ya Bapa.
Ampuni aku, anakMu yang jauh dari sempurna ini.
Ampuni aku, ya Allah.

Natal yang saya rayakan tahun ini memang sangat sederhana. Seorang teman meresponnya dengan berkata, "Sederhana itu kaya." Ya, dia benar. Saya justru punya lebih banyak waktu luang untuk berefleksi. Saya menyadari betapa Tuhan begitu baik! Tuhan amat sangat baik! :,) Selama ini, tak henti-hentinya Ia melimpahi saya dengan kasihNya! Ia telah lahir bagi dunia, termasuk bagi saya! Ia telah dan akan selalu mempertahankan saya, walau sering saya tidak mempertahankanNya. Bodohnya, saya lupa akan itu semua karena terbenam dalam masalah-masalah yang saya hadapi. Syukurnya, Natal kali ini kembali telah mengingatkan saya untuk mengingat kasih Allah.

Hanya dengan kekuatan yang berasal dari kasihMu, ya Bapa, aku mampu bersyukur atas semua masalah yang kuhadapi, atas semua pencobaan yang kulewati, atas semua hambatan yang kutemui!
Aku bersyukur padaMu, ya Allah!

Dalam hidup, memang ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Namun, ada banyak sekali hal yang dapat kita ubah. Salah satunya adalah fokus kita. Ketika kita berfokus pada masalah-masalah yang kita alami dalam kehidupan, kita akan menganggap kehidupan ini sebagai masalah. Namun, ketika kita berfokus pada berkat-berkat yang kita terima dalam kehidupan, kita akan menganggap kehidupan ini sebagai berkat. Saya sempat (memilih) berfokus pada masalah, dan (memilih) berkata dalam kesesakan saya, "Tuhan, saya punya masalah yang BESAR!". Namun, Natal kali ini menyadarkan saya untuk menggeser fokus saya pada berkat-berkat Tuhan, dan akhirnya saya dengan yakin dan tegas memilih berkata dalam kesesakan saya, "Hai masalah, saya punya Tuhan yang BESAR!"

Terima kasih, ya Bapa, untuk kasihMu yang besar!
Terima kasih, ya Bapa, telah terus mengasihiku!
Terima kasih, ya Bapa, telah terus menopangku!



Antara Anggapan dan Kenyataan

Awalnya, saya menganggap saya tidak akan bisa menikmati Natal tahun ini. Sepertinya, semua orang dapat 'sibuk' mempersiapkan diri menyambut Natal, kecuali saya. Apa daya? Saya memang sedang berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan sidang akhir! Banyak berkas yang harus disiapkan! Belum lagi, revisi di mana-mana!

Awalnya, saya pikir saya juga tidak akan bisa pulang ke kampung halaman kedua orang tua saya (lagi). Sudah tiga tahun lebih kira-kira saya tidak 'pulang' dan berkumpul dengan keluarga besar, termasuk untuk merayakan Natal. Tadinya, saya sudah merelakan tiga anggota keluarga inti saya yang lain untuk pulang kampung, tanpa saya. Ya, tanpa saya. Saya pikir saya harus tinggal di Jatinangor sampai awal tahun baru nanti demi mengejar jadwal sidang akhir.

Tapi, semua itu hanya awalnya.

Ternyata, saya bisa menikmati Natal! Memang, bukan melalui perayaan besar dan megah seperti yang saya sempat hadiri di Natal-Natal sebelumnya. Tapi, Natal sungguh tetap hadir dan menyentuh saya, jauh lebih lembut, di tengah-tengah kesederhanaan, di tengah-tengah keluarga, di tengah-tengah jemaat bakal gereja kami. Tapi, di situ justru damai dan khidmatnya Natal jauh lebih terasa.

Ternyata, saya juga tetap bisa pulang kampung, walau bukan untuk merayakan Natal di hari Natal, tetapi untuk merasakan hangatnya kebersamaan dan berbagi sukacita dalam damainya suasana Natal. Ya, saya akan menyusul mereka walau hanya sebentar. Bersama-sama kami akan mensyukuri tahun 2012 yang akan segera lewat, yang telah Tuhan anugerahkan. Bersama-sama juga kami akan menyongsong tahun 2013 yang akan datang, yang juga adalah anugerah Tuhan.

Terima kasih, ya Allah!
Engkau sungguh baik!

Tuesday, December 25, 2012

Terima Kasih!

Terima kasih, ya Allah.
Terima kasih.
Terima kasih.
Atas Putra tunggalMu, terima kasih.

Terima kasih, ya Allah.

Terima kasih.
Terima kasih.
Atas Putra tunggalMu, terima kasih.

Kalatea, di penghujung 25 Desember 2012

Friday, November 30, 2012

Lebih dari Burung Pipit

Kalau teman-teman perhatikan, alamat blog baru saya ini adalah lebihdariburungpipit.blogspot.com. Tadinya, ada beberapa kandidat yang menarik hati saya. Tapi, setelah berpikir cukup lama, saya memutuskan menggunakan nama ini. Sempat juga ingin menggunakan versi Bahasa Inggris. Namanya nanti jadi morethansparrow.blogspot.com. Eh, ternyata sudah ada blog dengan alamat itu! Ha-ha-ha... Coba diklik langsung saja di alamat blog tadi, nanti langsung muncul ke blog yang saya maksud. Blognya bagus deh, baik dari segi tampilan ataupun isi! Banyak followers-nya juga dan banyak yang put their comments! I think because they found this blog was so encouraging! Sayangnya, kurang di-update, sama dengan perlakuan saya terhadap blog yang lama, he-he-he...

Kembali lagi ke soal nama, kalaupun si blog yang berjudul "More than Sparrows" itu tidak ada, rasanya saya akan tetap memilih versi Bahasa Indonesia karena terdengar lebih unik, hi-hi-hi... Walaupun berbeda bahasanya, konsep yang saya usung untuk blog ini tidak jauh berbeda dengan konsep mereka sewaktu membuat blog itu: sama-sama ingin merekam jejak karya kasih Allah yang tercurah dalam kehidupan ini dan mengucap syukur atasnya. Ayat yang mendasari blog saya dan blog mereka juga sama: Lukas 12:6-7, bunyinya:
"Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."

Ayat ini sepertinya sederhana, mungkin karena aktornya burung pipit, yang harganya lima ekor dua duit? He-he-he... Tapi, justru karena aktornya burung pipit yang harganya murah itulah, ayat ini terasa sangat menohok bagi orang-orang yang (memilih) merasa Allah kurang cukup mengasihi mereka, setidaknya seperti saya. -_-"

Ya, saya pernah, bahkan sering, merasa Allah kurang mengasihi saya karena segudang alasan yang saya (cari-cari dan saya rasa saya) temukan. Padahal, Allah mengasihi saya jauh melampaui pikiran saya yang sempit ini. Pikiran saya terlalu berfokus pada masalah-masalah, dan bukan pada berkat-berkat. Nah, nama blog ini bertujuan untuk mengingatkan saya selalu akan kasih Allah yang besar, yang terwujudnyatakan melalui hal-hal yang bahkan terlihat kecil sekalipun, dan untuk selalu mengucap syukur atasnya :)

Saya sering mendengar, dan bahkan mengalami, bahwa mengucap syukur atas berkat itu mudah, tapi tetap mengucap syukur ketika sedang ditimpa masalah, itu soal lain. Bagi kebanyakan orang, termasuk saya, mengeluh dan menyalahkan kondisi jauh lebih mudah ketimbang mengucap syukur. Padahal, 1 Tesalonika 5:18 bilang:
"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

Oleh karena itu, saya sangat berharap blog ini dapat menjadi sarana latihan saya untuk semakin menjadi pribadi yang penuh dengan ucapan syukur, apapun kondisinya!

Sedikit banyak, blog ini juga terinspirasi oleh blog Thanksgiving Thursday, yang muncul atas inisiasi Ci Shinta dan suaminya, Hans.

Omong-omong, saya jadi ingat lagu berikut, he-he-he...

KJ 439 - Bila Topan K'ras Melanda Hidupmu

1. Bila topan k'ras melanda hidupmu,
bila putus asa dan letih lesu,
berkat Tuhan satu-satu hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasihNya.

Reff: Berkat Tuhan, mari hitunglah,
kau 'kan kagum oleh kasihNya!
Berkat Tuhan, mari hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasihNya!

2. Adakah beban membuat kau penat,
salib yang kau pikul menekan berat?
Hitunglah berkatNya, pasti kau lega
dan bernyanyi t'rus penuh bahagia!

3. Bila kau memandang harta orang lain,
ingat janji Kristus yang lebih permai;
hitunglah berkat yang tidak terbeli,
milikmu di sorga tiada terperi!

4. Dalam pergumulanmu di dunia,
janganlah kuatir, Tuhan adalah!
Hitunglah berkat sepanjang hidupmu,
yakinlah, malaikat menyertaimu!

Lagu ini sering saya nyanyikan, tetapi karena terlalu sering berfokus pada melodi, saya jadi mengabaikan indahnya syair lagu ini! Semoga memberkati! :)

Lebih dari burung pipit, Tuhan Yesus mengasihi kita semua! (^o^)v

Thursday, November 29, 2012

Selamat Datang!

Akhirnya, keinginan saya untuk memiliki blog baru tercapai juga! :) Butuh waktu lama memang untuk mempersiapkannya, terutama dalam mencari tampilan yang pas dengan konsep blog yang ingin saya buat. Blog ini khusus dibuat untuk mencatat pengalaman-pengalaman saya bersama Bapa. :)

Walaupun belakangan mulai sering menyinggung tentang kekristenan, saya menilai blog saya yang sebelumnya kurang spesifik. Sedari awal, visi blog yang sebelumnya memang hanya untuk (sebisa mungkin) menginspirasi, terlepas dari apapun tema tulisannya. Ya, setidaknya menginspirasi saya, hehe. Jadi, saya kemudian berpikir akan lebih pas rasanya jika membuat blog tersendiri yang khusus berbicara tentang perjalanan hidup sebagai pengikut Kristus, sama seperti blog-blog rohani lainnya yang selama ini telah menginspirasi saya (bisa dilihat di bagian 'I Follow'), yang sedari awal memang memiliki visi yang jelas tentang kekristenan.

Anyway, awalnya blog ini mau diluncurkan tepat di hari ulang tahun saya beberapa hari lagi, sama seperti blog yang lama. Namun, setelah dipikir-pikir, tidak ada salahnya dimunculkan sekarang, hehe. Semoga nantinya dapat menginspirasi teman-teman semua yang membacanya ya! Tuhan memberkati :)