So, emangnya apa sih berita yang bikin saya heboh kemarin itu?
Jadi, begini ceritanya...
Saya mendadak dapet sms dari bagian administrasi jurusan kampus saya, bunyinya kurang lebih begini:
Penasaran?
Ayo, terus scroll down :p
......
"Ih, apa sih bunyinya?"
"Grrr..."
Eng ing eng! :p
"Febe, kamu sidang tgl 14 ini jam 12 siang. Pengujinya Bapak X dan Bu Y. Harap scptnya hubungi penguji dan pembimbing, lalu segera kabari saya perihal kesediaan mereka. Thanks."
DEG!!! Ini beneran??? Ini mimpi bukan ya?? Soalnya, saya waktu itu bener-bener udah pasrah sepasrah-pasrahnya (setelah sebelumnya sempet ga terima juga sih he-he-he) kalo saya bakal baru bisa sidang setelah tanggal 15 Januari. Padahal, tanggal 15 Januari itu adalah tanggal paling telat untuk sidang akhir kalau mau wisuda bulan Februari! Nah, kalo saya sidangnya lewat tanggal 15 Januari, berarti saya wisudanya bakal dapet yang bulan Mei. Saya udah cape banget sebenernya udah ngelewatin 3 kali target waktu wisuda saya alias gagal wisuda selama 1 tahun belakangan ini. Makanya, saya bilang saya kaget banget baca sms ini. Ini kaya mimpi di siang bolong! Lebainya lagi, serasa ketimpa pisang segudang! (Well, saya ga favoritin durian, so saya pake pisang, ha-ha-ha...)
Saya sampe sms lagi untuk konfirmasi dan emang bener saya bakal sidang tanggal segitu, kalo setidak-tidaknya 1 orang penguji dan 1 orang pembimbing saya bersedia hadir nanti.
Setelah mencari kepastian dari semua pihak terkait dan berjuang melakukan serangkaian upaya wajib lainnya ditambah keajaiban-keajaiban yang diberikan Tuhan (arti lain dari istilah "do the best, God do the rest" he-he-he), SINGKAT CERITA (nah, cerita komplitnya habis sidang ya he-he-he), saya officially terjadwal menjalani sidang akhir skripsi saya pada hari Senin, 14 Januari 2013 pukul 12.00-14.00 WIB! Praise the Lord! Saya sungguh excited! Saya terharuuuuuu banget! Saya bakal jadi sarjana! Emaaaak, bapaaaak, anakmu bakal lulus! Kali ini, sudah pasti karena tanggal sidangnya juga sudah ada! *mendadak mewek* Anakmu bakal pake toga, Mak, Pak! #eaaaa
Sungguh, ga mudah bagi saya buat sampai ke titik ini! Ini semata-mata hanya karena anugerah Tuhan! Kalau bukan karena perkenanan-Nya, saya ga akan pernah bisa lulus "secepat" ini. Dia sungguh ajaib! Cara dan waktuNya tidak pernah terbayangkan!
Mohon dukungan doanya ya teman-teman agar proses sidangnya berjalan lancar, agar saya dapat menampilkan yang terbaik, agar saya dapat mempertanggungjawabkan skripsi saya dengan maksimal, agar saya juga mendapatkan nilai yang terbaik! :)
"Skripsi hanya ini untukMu, Tuhan!"
Sekarang saya baru benar-benar memahami arti kalimat yang hampir selalu menjadi kalimat pertama di kata pengantar skripsi (ataupun tugas kuliah): "Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmatNya (ada juga yang pake kata "karuniaNya", or "anugerahNya", whatever) penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul "blablablabla" sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar Sarjana Strata Satu (S1) di Jurusan XXX Fakultas YYY Universitas ZZZ."
Dulu, saya akui kalimat ini cuma saya copy paste kalo ngerjain tugas. Lagian, udah dari dulu format kalimat awal kata pengantarnya begitu. Jadi, saya akui saya dulu ga pernah sungguh-sungguh memaknai maksudnya.
Namun, bagi saya kini, proses skripsi yang telah (Tuhan izinkan) saya lalui selama hampir 2 tahun belakangan ini telah membuat saya sungguh-sungguh mengalami arti kalimat itu, membuka mata saya akan maksudNya, bukan sekadar maksudnya. Be blessed! :)
---
Ya Bapa,
terima kasih atas proses yang Kau izinkan terjadi ini!
terima kasih atas pembelajaran ini!
terima kasih atas pembelajaran ini!
Ampuni aku ya Bapa,
karena pernah memaknai proses ini justru sebagai kutukan,
karena pernah menganggap Engkau tidak peduli,
karena pernah berhenti berjuang,
karena pikiranku yang sempit.
Ampuni aku ya Bapa,
karena sering kali tanpa kusadari,
ternyata aku hanya mengandalkan kekuatanku sendiri.
Ampuni aku ya, Bapa, atas kemunafikanku,
aku berdoa memohon penyertaanMu,
tetapi nyatanya aku tidak sungguh-sungguh melibatkanMu.
Ampuni aku ya, Bapa, atas segala kesombonganku,
menganggap semua hal yang berhasil kulakukan
adalah semata-mata hasil usahaku.
Ya Bapa,
ajarlah aku selalu sungguh-sungguh melibatkanMu,
ajarlah aku menaruh harapan-harapanku hanya kepadaMu,
ajarlah aku mengerti rencanaMu,
ajarlah aku mempercayaiMu.
TanpaMu, aku tidak akan pernah dapat melakukan apapun.
Semuanya, sungguh, hanya karena anugerahMu.
Terima kasih Bapa,
terima kasih!
Aku bersyukur punya Bapa seperti Engkau!
Terima kasih Bapa,
terima kasih!
AnakMu yang Kau kasihi,
Febe
AnakMu yang Kau kasihi,
Febe

No comments:
Post a Comment